Kamis, 02 Agustus 2012

ideologi negara


Ideologi Negara
Istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh seorang pemikir perancis yang bernama Antonie Destut de Tracy. Dalam bukunya yang berjudul Les Elements de I’ideologie ia mengartikan ideology sebagai ilmu mengenai gagasan atau ide-ide. De Tracy juga membedakan idea tau gagasan tersebut menjadi dua macam yaitu ide yang sehat dan ide yang tidak sehat. Ide yang sehat adalah ide yang sesuai dengan realitas atau sesuai dengan akal budi manusia. Sedangkan ide yang tidak sehat adalah ide yang tidak sesuai dengan realitas atau akal budi manusia. Menurut De Tracy ide yang sehatlah yang harus digunakan sebagai pedoman sehari-hari agar tercipta keadilan dalam masyarakat. Ideologi harus ada gunanya dalam kehidupan praktis sehari-hari, yaitu memberikan patokan-patokan untuk melakukan perbaikan keadaan masyarakat.
Dalam arti luas Ideologi Negara adalah pedoman hidup dalam berfikir baik dalam segi kehidupan pribadi ataupun umum. Dalam arti sempit ideologi adalah pedoman hidup baik dalam berfikir ataupun bertindak dalam bidang tertentu (sunarso, Hs, 1986). Ideology Negara merupakan consensus (mayoritas) warga Negara tentang nilai-nilai dasar Negara yang ingin di wujudkan melalui kehidupan Negara itu (Heuken, 1998). Ideologi akan mampu bertahan dalam menghadapi perubahan jika mempunyai tiga dimensi yaitu :
  1. Dimensi realita yaitu ideology mencerminkan realita kehidupan masyarakat.
  2. Dimensi Idealisme yaitu kualitas idealism yang terkandung dalam ideology.
  3. Dimensi Fleksibilitas yaitu kemampuan ideologi untuk mempengaruhi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat.
Ada beberapa ideology yang berkembang di dunia antara lain : liberalisme, Marxisme, Sosialisme, Anarkisme, Konservatisme dan Totalitarianisme.
Terdapat dua tipe ideologi sebagai ideologi suatu negara. Kedua tipe tersebut adalah ideologi tertutup dan ideologi terbuka. Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat dirubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi ini tidak mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain.
Tipe kedua adalah ideologi terbuka. Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis. Dengan sendirinya ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.
setiap negara berhak dalam memilih sistem pemerintahannya sendiri, di Indonesia juga pernah menerapkan beberapa sistem pemerintahan. Namun, yang paling cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah ideologi terbuka karena dapat berkembang sesuai dengan perubahan atau dinamika zaman dan menjamin kebebasan warga negaranya dalam mengeluarkan pendapat sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 28.
 
Komunisme
 Inti pemikiran : Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas di masyrakat.Gelombang komunisme abad kedua puluh ini, tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Partai Bolshevik diRusia. Gerakan-gerakan komunisme international yang tumbuh sampai sekarang boleh dikatakanmerupakan perkembangan dari Partai Bolshevik yang didirikan oleh Lenin1. inti pemikiran: perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat, sehingga negara hanyasasaran antara.2. landasan pemikiran :a. penolakan situasi dan kondisi masa lampau, baik secara tegas ataupun tidak,b. analisa yang cendrung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada,c. berisi resep perbaikan untuk masa depan dan,d. rencana-rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan yangberbeda-beda.3. system pemerintahan (hanya): otoriter/totaliter/dictatorPositif : Tidak ada perbedaan antar golongan,ras,dsb.Negatif : Kekerasan sebagai dasar pemikiran,kemauman masyarakat tidak bisa di salurkan.
Marxisme
 Inti pemikiran : Teori nilai tenaga kerja.Filsafat : dialectical and historical materialismLandasan pemikiran : Adanya ketidakadilan dan pemaksanan terhadap kaum buruh (Protelar) yangdipaksa untuk bekeraja berjam-jam dengan upah minimum dan hasil kerja mereka di nikamati olehkaum kapitalis.masalah ini timbul karena adanya kepemilikan pribadi dan pengusaaan kekayaan yang didominasi oleh orang-orang kaya.Sistem pemerintahan : -Positif : keadilan dalam kehidupan serta pemerataan terhadap segala hal.Negatif : Pemberontakan terhadap kaum kapitalis sehingga negara sulit untuk berkembang.Marxisme, dalam batas-batas tertentu bisa dipandang sebagai jembatan antara revolusi Prancis danrevolusi Proletar Rusia tahun 1917. Untuk memahami Marxisme sebagai satu ajaran filsafat dan doktrinrevolusioner, serta kaitannya dengan gerakan komunisme di Uni Soviet maupun di bagian dunia lainnya,barangkali perlu mengetahui terlebih dahulu kerangka histories Marxisme itu sendiri.
 
Berbicara masalah Marxisme, memang tidak bisa lepas dari nama-nama tokoh seperti Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). Kedua tokoh inilah yang mulai mengembangkan akar-akarkomunisme dalam pengertiannya yang sekarang ini. Transisi dari kondisi masyarakat agraris ke arahindustrialisasi menjadi landasan kedua tokoh diatas dalam mengembangkan pemikirannya. Dimanaeropa barat telah menjdai pusat ekonomi dunia, dan adanya kenyataan di mana Inggris Raya berhasilmenciptakan model perkembangan ekonomi dan demokrasi politik.Tiga hal yang merupakan komponen dasar dari Marxisme adalah :1. filsafat dialectical and historical materialism2. sikap terhadap masyarakat kapitalis yang bertumpu pada teori nilai tenaga kerja dari David Ricardo(1772) dan Adam Smith (1723-1790)3. menyangkut teori negara dan teori revolusi yang dikembangkan atas dasar konsep perjuangan kelas.Konsep ini dipandang mampu membawa masyarakat ke arah komunitas kelas.Dalam teori yang dikembangkannya, Marx memang meminjam metode dialektika Hegel. Menurutmetode tersebut, perubahan-perubahan dalam pemikiran, sifat dan bahkan perubahan masyarakat itusendiri berlangsung melalui tiga tahap, yaitu tesis (affirmation), antitesis (negation), dan sintesisI(unification). Dalam hubungan ini Marx cendrung mendasarkan pemikiran kepada argumentasi Hegelyang menandaskan bahwa kontradiksi dan konflik dari berbagai hal yang saling berlawanan satu samalain sebenarnya bisa membawa pergeseran kehidupan social-politik dari tingkat yang sebelumnya ketingkat yang lebih tinggi. Selain dari itu, suatu tingkat kemajuan akan bisa dicapai dengan jalanmenghancurkan hal-hal yang lama dan sekaligus memunculkan hal-hal yang baru.
Liberalisme
 Inti pemikiran : Kebebasan individuLandasan pemikiran : Bahwa manusia pada hakikatnya adalah baik, tanpa harys si dakanya pola-pola peraturan yang ketat dan bersifat memaksa terhadapnya.Sistem pemerintahan : Demokrasi.Positif : Kebebasan milik siapapun tanpa adanya aturan
  sama dan ada pemerataan dalam berbagai hal (pemerataan kesempatan kerja, pemerataankesempatan berusaha,dll).Landasan pemikiran : Masyarakat dan pemerintahan adalah suatu pola kehidupan bersama,karena manusia tidak dapat hidup sendiri dan kehidupan manusia akan lebih baik jika ada kerjasama melalui fungsi yang dilaksanakn oleh negara.Sistem pemerinahan : Demokrasi, otoriter Positif : Negara kan berkembang karena adanya kerja sama dan saling mendukung antara satu dengan yang lain.Negatif : Akan adanya kesalahpahaman karena ada sekelompok golongan yang menganggap mereka adalah golongan yang kaya,kerakusan dan ketamakan.Mengenai konsep liberalisme, dapat kita tarik beberapa pokok pemikiran yang terkandung didalamnya, sebagai berikut:
1. inti pemikiran : kebebasan individu
2. perkembangan : berkembang sebagai respons terhadap pola kekuasaan negara yang absolut,pada tumbuhnya negara otoriter yang disertai dengan pembatasan ketat melalui berbagaiundang-undang dan peraturan terhadap warganegara
3. landasan pemikirannya adalah bahwa menusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi-pekerti, tanpa harus diadakannya pola-pola pengaturan yang ketat dan bersifat memaksaterhadapnya.
4. system pemerintahan (harus): demokrasi

Kapitalisme
Kapitalisme adalah bentuk system perokonomian
1. inti pemikiran : perkonomian individu
2. fisafat : negara tidak boleh mencampuri kegiatan-kegiatan perekonomian, khususnya menyangkutkegiatan perekonomian perseorangan
3. landasan pemikiran : kebebasan ekonomi yang bersifat perseorangan pada instansi terakhir akanmampu mengangkat kemajuan perekonomian seluruh masyarakat
4. system pemerintahan : demokrasi.
 
Demokrasi
Demokrasi artinya hukum untuk rakyat oleh rakyat. kata ini merupakan himpunan dari dua kata: demos yang berarti rakyat, dan kratos berarti kekuasaan. Jadi artinya kekuasaan ditangan rakyat. Sebenarnya pemikiran untuk melibatkan rakyat dalam kekuasaan sudah muncul sejak zaman dahulu. Di beberapa kota Yunani didapatkan bukti nyata yang menguatkan hal ini, seperti diAthena dan Sparta. Hal ini pernah diungkapkan Plato, bahwa sumber kepemimpinan ialah kehendak yang bersatu milik rakyat. dalam suatu kesempatan Aristoteles menjelaskan macam-
macam pemerintahan, dengan berkata,“ada tiga mcam pemerintahan: kerajaan, aristokrasi, republik, atau rakyat memagang sendiri kendali urusannya.”

 1. inti pemikiran: kedaulatan ditangan rakyat
2. filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu:
a. ditilik dari pangkal tolak dan perimabangan yang benar, bahwa system ini dimaksudkan untuk                                                                                                         kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu,
 b. unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi,
c. opini umum dan pengaruhnya
3. landasan pemikiran. Rakyat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.
4. system pemerintahan (harus) : domokrasi
Inti pemikiran : Kedaulatan di tangan rakyat.
Filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam  justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi, yaitu:
a. Ditilik dari pangkal tolak dan perimabangan yang benar, bahwa system ini dimaksudkan untuk kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu.
b. Unjustifikasi berbagai macam teori yang berseberangan dengan prinsip demokrasi.
c. Opini Umum dan Pengaruhnya.
Landasan pemikiran : rakayat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan,
 
yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.Sistem pemerintahan : DemokrasiPositf : rakyat menentukan kemana negara akan di bawa.
Negatif : Negara akan rancu karena banyak ide dan paham yang muncul

Sosialisme
 Hal-hal pokok yang terkandung dalam Sosialisme, adalah:
1. inti pemikiran : kolektifitas (kebersamaan) (gotong royong)
2. filsafatnya : pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan agar setiap orang diperlakukan sama dan ada pemerataan dalm berbagai hal (pemerataan kesempatan kerja, pemerataan kesempatan berusaha,dll)
3. landasan pemikiran : bahwa masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan bersama. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, dan manusia akan lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh Negara
4. system pemerintahan (boleh): demokrasi, otoriter

1 komentar: